Posts

Showing posts with the label Puisi

Puisi berjudul "Bimbang"

Image
BIMBANG Sabar! Sabar! Sabar! Inilah seruan yang acap kudengar, Heran daku benar - benar, Adakah 'aku belum cukup bersabar?         Sadar! Sadar! Sadar!         Inilah seruan yang acap ku dengar,         Heran daku benar - benar,        Adakah aku belum cukup tersadar? Semakin aku bersabar. Semakin aku terlantar. Semakin aku tersadar. Semakin aku kesasar. [ A.M.Dg Mijala atau A.M. Thahir ]

Puisi berjudul DIMANA LETAK CINTA SEJATI...?

Image
PUISI Bukan di rimba lebat dan sunyi, Bukan di puncak bukit yang tinggi, bukan di pinggir samudra yang sepi.         Jangan dicari tempat memuja,         Di kuil tempat membakar dupa,         Didalam gua tempat bertapa, Bukan di mahligai batu pualam, Dikatil terhias permata nilam, Didalam surga, di luar alam,         Cinta sejati lekat pada kita,         Bernyala - nyala waktu bekerja,         Untuk bahagia dunia raya. Bernyala - nyala sewaktu bekerja, Dimana kita merasa sejajar, Sehidup semati, seniat - sedasar. [ Intojo - pujangga baru ]

Puisi berjudul "Nasib"

Image
NASIB Bagai biola yang larasnya, Mengharu harmoni di dalam orkes, Lagu hidupku ini tak beres, Lakuku kurang lurus dan cerkasnya.                Karena didikan agak keliru :         Hidupku terdasar "perseorangan",         Sekarang zaman "perkataan",         Sesat dan sasar mengancam nasibku. Lamalah sudah aku berperang, Melawan musuh di dalam diri : Kubujuk halus, keras kuhantam; Amat sedikit kudapat menang. Kebiasaan yang telah mendalam, Susah di tukar, sukat disaingi. [ Intojo ]

Puisi berjudul "Fantasi"

Image
FANTASI Bendera perjuangan berkibar lagi, Gembira bertepuk atas kepalaku, Daragkau melancar gembira pula, Debur - berdebur dalam dadaku. Kututup mata karena nikmat, Kulihat terang dan fantasi, Laskar rakyat maju ke depan, Gembira - dahsyat gegerkan bumi. Rapat - mampat mereka maju, Nur ideal menerangi muka, Girang gembira gemuruh lagu, Tercurah dari jiwa merdeka. [ Ipih H.R ]

Puisi berjudul "API SUCI "

Image
API SUCI Selama nafas masih mengalun, Selama jantung masih memukul, Wahai api, bakarlah jiwaku.         Biarlah mengaduh, biar mengeluh,         Seperti wajah merah membara,         Dalam bakaran api nyala,         Biar jiwaku habis terlebur,         Dalam kobaran nyala raya. Sesak mendesak rasa di kalbu, Gelisah liar mata memandang, Dimana duduk rasa di kejar.         Demikian rahmat tumpahkan selalu,         Nikmat rasa api menghangus,         Nyanyian semata bunyi jeritku. [ Sutan Takdir Alisjahbana }

Puisi berjudul "Anakku"

Image
ANAKKU Ya kekasihku, Engkau datang mengintai hidup, Engkau datang menunjunkkan muka, Tetapi sekejap matamu kau tutup, Melihat terang anak tak suka.         Mulut kecil tiada kau buka,         Tangis teriakmu tak di perdengar,         Alamat hidup wartakan suka,         Kau diam anakku, kami kau tinggalkan, Sedikitpun matamu tak mengerling, Memandang ibumu sakit beguling, Air matamu tak beracun, Tinggalkan ibumu tak penghibur.         Kau diam, diam, kekasihku,         Tak kau katakan barang pesanan,         Kan penghibur duka di dadaku,         Kekasihku, anakku, mengapa kian? Sebagai anak melalui sedikit, Akan rumah kami berdua, Tak anak tak insaf sakit,                                    Yan...

Puisi berjudul "Aku'

Image
AKU Kalau sampai waktuku 'Ku mau tak seorang 'kan merayu, Tidak juga kau,                Tak perlu sedu sedan itu,  Aku ini bintang jalang,         Dari kumpulannya terbuang.                                  Biar peluru menembus kulitku,                Aku tetap meradang menerjang. Luka dan bisa kubawa berlari, Berlari, Hingga hilang pedih perih, Dan aku akan lebih tidak peduli, Aku mau hidup seribu tahun lagi. [ Chairil Anwar ]