Posts

Puisi berjudul "Bimbang"

Image
BIMBANG
Sabar! Sabar! Sabar! Inilah seruan yang acap kudengar, Heran daku benar - benar, Adakah 'aku belum cukup bersabar?
        Sadar! Sadar! Sadar!         Inilah seruan yang acap ku dengar,         Heran daku benar - benar,        Adakah aku belum cukup tersadar?
Semakin aku bersabar. Semakin aku terlantar. Semakin aku tersadar. Semakin aku kesasar.
[ A.M.Dg Mijala atau A.M. Thahir ]


Contoh kata - kata Mutiara

Contoh kata - kata mutiara - Siapa yang tidak tahu dengan kata - kata mutiara, Kata - kata mutiara sangat bermanfaat untuk kita karena kata - kata mutiara berisi pesan dan nasehat yang samgat berguna untuk kita. Kata - kata mutiara biasanya di ciptakan oleh seorang seniman, bangsawan, dan tokoh - tokoh penring lain nya.

 Untuk menciptakan sebuah kata mutiara sangat tidak lah mudah kita harus mempunyai imajinasi dan kepintaran agar dapat menciptakan kalimat yang indah dan unik. Berikut ini saya berikan 
contoh kata - kata mutiara.

Kalau kita tidak bisa mencari kedamaian pada diri sendiri, percuma saja mencarinya di temoat lain. [ pepatah perancis ]

Keberhasilan yang di peroleh dari kegagalan akan mampu bertahan lama. [ Intisari kewiraswastaan ]

Kewaspadaan abadi, itulah harga kemerdekaan. [wendel philips ]

Konsekwensi adalah dogma orang yang berpikir kerdil. [ Winston Churcill ]

Kehormata n dan uang tidak dapat disatukan. [ pepatah spanyol ]

Kita biasanya menilai diri sendiri dari apa yang dir…

Puisi berjudul DIMANA LETAK CINTA SEJATI...?

Image
PUISI
Bukan di rimba lebat dan sunyi, Bukan di puncak bukit yang tinggi, bukan di pinggir samudra yang sepi.
        Jangan dicari tempat memuja,         Di kuil tempat membakar dupa,         Didalam gua tempat bertapa,
Bukan di mahligai batu pualam, Dikatil terhias permata nilam, Didalam surga, di luar alam,
        Cinta sejati lekat pada kita,         Bernyala - nyala waktu bekerja,         Untuk bahagia dunia raya.
Bernyala - nyala sewaktu bekerja, Dimana kita merasa sejajar, Sehidup semati, seniat - sedasar.

[ Intojo - pujangga baru ]

Puisi berjudul "Nasib"

Image
NASIB

Bagai biola yang larasnya, Mengharu harmoni di dalam orkes, Lagu hidupku ini tak beres, Lakuku kurang lurus dan cerkasnya.       
        Karena didikan agak keliru :         Hidupku terdasar "perseorangan",         Sekarang zaman "perkataan",         Sesat dan sasar mengancam nasibku.
Lamalah sudah aku berperang, Melawan musuh di dalam diri : Kubujuk halus, keras kuhantam; Amat sedikit kudapat menang. Kebiasaan yang telah mendalam, Susah di tukar, sukat disaingi.
[ Intojo ]

Kumpulan kata - kata Mutiara

Kumpilan kata - kata Mutiara
Cinta dan batuk tak dapat di sembunyikan. [ George Hergard ]

Cinta adalah beban alam yang di perindah oleh khayal. [ Voltaire ]

Contoh yang baik adalah nasehat yang terbaik. [ Fuller ]

Contoh perbuatan baik, lebih bermanfaat daripada petuah yang baik. [ NN ]

Dalam pengalaman yang menyakitkan seringkali kita menemukan kegembiraan. [ Santo Basilius ]

Dengan bakat anda bisa mengerjakan apa yang anda sukai. [ Jean Ingres ]

Diam adalah senjata yang ampuh. [ Heinrich Boll ]

Dunia berputar dan porosnya adalah uang. [ Wolfgang Muller ]

Hidup ini tidak akan pernah manis bagi orang yang selalu kecut kepada lingkungannya. [ Intisari kewiraswastaan ]

Hutang tidak dapat dibayar dengan pembicaraan yang bijaksana. 
[ pepatah tibet ]

Ilmu pengetahuna penting, tetapi wibawa kepribadian lebih penting . [ Intisari kewirausahaan ]

Ide baik tidak ada nilainya, yang penting adalah siapa yang telah mendapatkannya. [ Karl Kraus ]


Puisi berjudul "Fantasi"

Image
FANTASI

Bendera perjuangan berkibar lagi, Gembira bertepuk atas kepalaku, Daragkau melancar gembira pula, Debur - berdebur dalam dadaku.
Kututup mata karena nikmat, Kulihat terang dan fantasi, Laskar rakyat maju ke depan, Gembira - dahsyat gegerkan bumi.
Rapat - mampat mereka maju, Nur ideal menerangi muka, Girang gembira gemuruh lagu, Tercurah dari jiwa merdeka.
[ Ipih H.R ]

Puisi berjudul "API SUCI "

Image
API SUCI
Selama nafas masih mengalun,
Selama jantung masih memukul,
Wahai api, bakarlah jiwaku.

        Biarlah mengaduh, biar mengeluh,
        Seperti wajah merah membara,
        Dalam bakaran api nyala,
        Biar jiwaku habis terlebur,
        Dalam kobaran nyala raya.

Sesak mendesak rasa di kalbu,
Gelisah liar mata memandang,
Dimana duduk rasa di kejar.

        Demikian rahmat tumpahkan selalu,
        Nikmat rasa api menghangus,
        Nyanyian semata bunyi jeritku.

[ Sutan Takdir Alisjahbana }